Trip Pulau Peucang: Ada Apa Aja, sih?

pulau peucang

Private trip di Pulau Peucang selama 2 hari 1 malam

Terletak di paling ujung barat Pulau Jawa, Pulau Peucang menjadi destinasi yang cukup mudah dijangkau dari Ibukota DKI Jakarta dan sekitarnya. Serta dikenal dengan air pantai yang biru, pasir putih, ikan nemo, hewan liar yang masih di dalam kawasan konservasi.

Sebelumnya mau ucapkan terima kasih kepada pihak (read: teman kantor, tim PR) yang udah ngajak outing, padahal gue beda tim hehehe. Yaaakk! Kami ber-13 mengikuti private trip Pulau Peucang yang di mana itinerary serta biaya akan gue ceritakan di bawah, jadi harap disimak yaa. Hihi

6 Jam perjalanan – [21.30 – 03.30 WIB]

Dijemput di kantor

Mengingat kami mengikuti private trip, kami pula yang menentukan starting pointnya. Kami berkumpul di kantor dan travel berwarna merah muda bergambar badak bercula yang bermuatan 15 orang, belum termasuk kondaktur dan supir. Travel sampai di kantor kami jauh sebelum waktu yang telah dijanjikan. Mereka sudah stand by sejak jam 20.00.

Selama 6 jam perjalanan, gue cuma bisa tidur aja dengan posisi abstrak dan berontak. Pegel beneeerr pinggang! Padahal masih muda… :”)ulau

2 Jam menunggu – [03.30 – 05.45]

Tiba di Pantai Daplangu, Sumur, Pandeglang

Setibanya di lokasi, mesin mobil travel pun mati. Kami semua bangun dan sebagian memilih untuk melanjutkan tidur di Mushola atau di mobil. Gue gak lama ada di Mushola dengan suara dentuman ombak itu, soalnya dingin banget. Ternyata tidur di mobil jauh lebih hangat.

trip pulau peucang

Berangkat!!

Setelah kami sholat Subuh dan mempersiapkan barang-barang yang mau dibawa, terlihat di kegelapan adanya perahu yang akan membawa kami ke kapal kecil. Rombongan dibagi 2 karena kapasitas perahu yang terbatas.

trip pulau peucang

Saat perjalanan, kami sarapan nasi uduk di kapal, tentunya sudah termasuk paket private trip ya. Dan apakah ini yang dikatakan semesta mendukung? Seorang teman bilang “tuh sunrise bulet banget”. MashaAllah cantik banget ini sihhh…. 🥺


Yang gue lakukan selama di Pulau Peucang!

1. Sungai Cigenter

First stop. Gak banyak aktivitas yang dilakukan di sini, cuma naik perahu dan diajak canoe sejauh mata memandang Sungai Cigenter selama 30 menit.

Berbagai macam tumbuhan laut hidup di sini, dari tanaman bakau hingga pohon rotan. Pohon rotan yang biasanya diolah jadi tas etnik dan lain-lain, ujar Mas Ugah, pemandu kami selama trip di Pulau Peucang. Katanya, para badak yang berhabitat di TNUK (Taman Nasional Ujung Kulon) juga sesekali mandi di sungai ini.

2. Akhirnya Pulau Peucang

2 jam 30 menit berlalu dari Sungai Cigenter menuju pemeran utama di trip ini, Pulau Peucang!

Belum sampai setengah hari rasanya perjalanan di trip ini tuh kayak puanjaaaang banget aselik. Seketika rasa lelah itu sirna ketika kami tiba di Pulau Peucang dengan pemandangan semenakjubkan ini. Ngeliat airnya yang bening gini sih gue udah super gak sabar buat berenang! Ya kali gak berenang??!!

trip pulau peucang

Ceburin aja daaaah!

Teman-teman acu (kiri ke kanan): Kak Gaby, Kak Khansa, Kak Buci

3. Found Nemo 😀

Setelah beberapa jam berenang di sekitaran tempat kami tinggal, jadwal berikutnya adalah mencari Nemo. Super excited!!

And I found it yeheee!!

4. Trekking mencari Banteng

Apakah Banteng merupakan hewan yang dilindungi? Jawabannya, tentu tentu! Selain Badak, keberadaan Banteng dilindungi oleh pemerintah dan habitat Banteng menjadi kawasan konservasi.

Kami memulai perjalanan dengan serius karena Mas Ugah secara fokus menjelaskan bahwa lubang-lubang di bawah ini merupakan tempat keluar masuknya kepiting yang tidak bisa dimakan oleh manusia. Bukan lubang ular kok, tenang ajeee gengs!

5. Sunset di Penangkaran Ikan Teri (???)

Izin naik ke kapal buat foto sunset

Kurang lebih 5 menit perjalanan laut sejak kembali dari trekking, kami ‘mampir’ ke penangkaran ikan teri para nelayan di kawasan Pulau Peucang. Hah mampir gimane shay?. Iyaa, karena kapal kami bisa dibilang kecil, supaya bisa berlabuh untuk hunting sunset, kapal melakukan towing ke tempat yang bisa menunjang kapal mungil kami dari hembusan ombak.

Kondisi towing kapal ke penangkaran ikan
Mas Ugah, saat sunset di penangkaran ikan
Teman acu, Mas Reren. Saat sunset di penangkaran ikan

6. Melihat Hewan-hewan Liar: Monyet, Biawak dan Rusa

Sebuah keberuntungan tersendiri bagiku sebagai penikmat aktivitas hewan, tepat di lingkungan kami tidur, hewan-hewan di atas berkeliaran dengan leluwasa tanpa ada rasa enggan untuk menghindar dari manusia. Mereka gak nyakitin kok, tapi tetap waspada yaa. Oh ya, ada babi hutan juga! Gemuk-gemuk lagi. Sayang lupa gue foto huft.

7. Bermeditasi saat Sunrise

Gue dan beberapa teman berencana untuk bermeditasi di pinggir pantai, tanpa berekspektasi bahwa akan ada sunrise se-indah ini. Gue udah gak paham lagi deh sama lo, Peucang.

Sebuah tips, bangun jam 5.30 buat siap-siap. Santai aja, matahari bulat ini muncul mulai dari 6.15 – 6.30an kok.


Spill Budget

Dari cerita kegiatan-kegiatan yang kami lakukan di Pulau Peucang gak ada pengeluaran lagi di luar paket private trip. Dengan ini, paket private trip Rp1.1jt per orang sudah termasuk:

  • Makan sehari 3x (kecuali saat pulang, hanya dapat 2x)
  • Tidur semacam di dorm, 1 kamar isi 4 orang
  • Alat snorkeling
  • Dokumentasi DSLR & GoPro
  • Transportasi pulang pergi

Tidak termasuk:

  • Jajan
  • Tip guide

Kesimpulan✨

Total perjalanan darat dari trip ini adalah 20 jam, 10 jam berangkat dan 10 jam pulang. Dengan kondisi kapal kecil yang gak bisa kita ekspektasi lebih. Trip Pulau Peucang ini bukan untuk orang yang manja, maaf kesannya gue kasar banget, tapi jujur aja ini adalah trip terkurang nyaman gue wakakakak!

Baca juga: cafe eco green di Bekasi

Kenaposeeek? Gue bisikin berdasarkan pengalaman gue yaaaa:

  • Ruangan penginapannya nyampur sama pengunjung open trip lain
  • Kamar mandi ada 4, kalau lagi apes jadwal kebutuhan ke toiletnya bareng sama pengunjung lain yaaa antre okaaay hahaha
  • Kasur oke kok, spring bed gitu, 1 kasur buat 1 orang
  • Ruangan banyak pasir dan cukup heboh karena kita kan nyatu sama belasan orang lainnya ya shay
  • Baju renang gue ilang karena kayanya jatuh kena angin bersama pakaian gue yang lain, kemudian entah ke mana, gue udah cari gak ketemu. Yaudah ku ikhlaskan saja baju Decathlon ku :’)
  • Handuk gue jemur di kapal dan udah diganjel serta diakalin supaya gak terbang, pas udah sampai di Sumur lagi, udah gone tu handuk wakakakak

Sekian beberapa pengalamanku, semoga bisa menjadi panduan dan pelajaran yaaa. Jadi, kalian mau ke Pulau Peucang gak nih?

Seenggaknya boleh lah sekali seumur hidup ke Pulau Peucang deh, cantik banget pantainya, aselik.

Thank you, Peucang ❤️

You Might Also Like

Leave a Reply