Pengalaman Solo Traveling ke Korea: Aman, kok!

Bon Voyage! Momen paling ditunggu-tunggu selama 22 tahun, akhirnya aku melakukan solo traveling ke Korea untuk pertama kalinya, nih! Belum ada 24 jam mendarat di Korea tapi udah nyasar. Namun syukurnya nggak ada hal-hal buruk yang terjadi, karena ternyata untuk melakukan perjalanan sendiri ke Korea aman banget!

Aku selalu nyasar dan pulang cukup larut malam, alhamdulillah semua aman terkendali waaak. Meskipun pikiranku kalang kabut, banyak pikiran negatif yang terlintas di kepalaku. Ikutin perjalanan solo traveling ke Korea versi aku (yang banyak nyasarnya) ini, yuk.


Baru sampai, udah bingung. Ter-ide banget emang solo traveling ke Korea ini.

Jam 22.00KST (*KST=Korea South Time) selesai melewati imigrasi, bagasi, dan beli simcard di bandara, akhirnya aku putuskan untuk naik Subway, wah excited banget! selain karena lebih murah daripada taksi, aku ngerasa lebih aman juga deh buat yang baru pertama kali solo traveling ke Korea. (tapi hemat adalah kunci utama hahaha)

Tujuan pertamaku adalah Incheon. “Kenapa gak langsung Seoul aja, Ca?”. Seoul masih terlalu ramai buatku (turis = crowdy), dan Incheon adalah tempat yang jarang dikunjungi turis.

AREX Subway
Situasi di AREX Subway

Malam pertama, aku menginap di Nam-gu. Penginapan ini aku pesan melalui aplikasi Airbnb.

Update kabar ke penyedia Airbnb

Aku memberikan update ke penyewa kamar (Host) di Airbnb via KakaoTalk beberapa situasi:
– kalau aku udah sampe di Incheon International Airport
– aku lagi di Subway (KRL-nya Korea) on the way ke penginapan
– dan juga kalau aku nyasar!!

Nyasar udah bukan hal yang asing lagi buatku. bahkan di Jakarta aku pernah nyasar. Duh.

Detik-detik sebelum nyasar

Selama di Subway dalam perjalanan ke penginapan aku selalu pegang hp dan nggak melepaskan pandangan dari Naver Maps, “dimana deh penginapan Airbn-nya??” Singkat cerita, sampai di stasiun tujuan, Juan station. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 40menit dari bandara.

Kalau dilihat jarak dari Juan station ke Airbnb hanya 400meter atau 12 menit dengan berjalan kaki.
Aku cocokkan foto patokan yang di-share sama host Airbnb dengan kejadian asli. Beda.

Aku nyasar……. bingung, kedinginan, ketakutan. Suasana jam setengah 11 malam di sana saat itu bikin aku cemas, pandangan aku kepada Naver Maps di hp tidak teralihkan. Rasa takut dirampok dan diculik pun ada banget :’) (Pisces dramak emang!). Pokoknya segala hal yang memungkinkan buat membahayakanku muncul.


Tangan kanan ku menggeret-geret koper dengan jalanan beraspal yang kasar dan bebatuan, dan tangan kiri ku memegang hp sambil mengecek Naver Maps, “kemanakah aku harus menuju? pegel banget gila!”

Situasi pukul 22.30

Sambil menelusuri kegelapan di sekitar Subway, yang aku liat hanyalah lampu reklame CGV pada sisi gedung dan ada 1 pasangan di depan pandanganku yang mengobrol pelan sambil berjalan kaki dengan pandangan ke bawah sambil melewatiku.

Aku masih penasaran gimana sih ini biar nyampe tempat tujuan?!! karena waktu itu secara gak sadar udah jam 11.30 malam setelah ngecek Naver Maps lagi, terjawab sudah kesialan ku ini, “gue keluar di exit yang salah”. yes, setelah 10 menit baru sadar kalau salah keluar exit subway.
selama 10-20 menit mondar-mandir di exit yang nggak sesuai, aku bawa lagi koper masuk ke dalam stasiun buat nyebrang ke exit yang benar.
“Ini tangga banyak banget dah!”, di hari itu kerasa banget hari ku sangat amat panjaaaaaaang.. eh tapi aku tetep senyum atas kekonyolan ku di hari pertama ini. *freak yee hahaha. Biar happy teruuuus.

Bendera putih 🏳

Akhirnya ketemu jalan utama yang cukup ramai. “panjang bener ni hari”. Tetap mengacu kepada kitab Naver Maps.
10 menit berlalu, pengin nyerah soalnya udah capek banget… Sampai akhirnya aku chat pemilik penginapan lewat KakaoTalk dan bilang “kayaknya aku nyasar deh”.
🙋🏻‍♀️”Nggak chat daritadi aja?”
👩🏻‍🦰hehe aku penasaran sejauh apa aku bisa menyelesaikan masalah sendiri

Ketemu Ahjussi

“Kok belakang aku kayak ada orang ya”, ternyata ia adalah seorang Ahjussi atau bapak-bapak petugas yang sedang bertugas dengan Segway-nya, kekinian banget!
Aku langsung bertanya dalam berbahasa Korea. “halo Pak, tau letak ini (penginapan) dimana nggak ya?”. alih-alih menjawab dengan bahasa-nya, dia jawab pakai bahasa Indonesia “orang Malaysia ya?” dengan logat Korea (serumpun, serupa tapi tak sama memang ya gue tuh). Eh kok gemes udah Ahjussi tapi bisa bahasa..
Setelah bilang kalau aku nyasar, dia nge-zoomin foto bangunan Airbnb di hpku dan dicek dengan menyamakan maps di hape dia yang menempel di Segway-nya, dan ternyata di foto yang aku tunjukkan ada nama bangunannya... definisi makin malam makin siwer! Kemudian Ahjussi dengan ramahnya mengantarku ke bangunan Airbnb.

Intermezzo: Ahjussi-nya gemes deh, udah gitu juga sopan, dia nggak naikin Segway-nya selagi nunjukin letak penginapannya, alih-alih dia menenteng Segway-nya dan kami berbincang. Lalu dia bilang kalau dia pernah kerja di Indonesia. Oh pantes aja bisa bahasa Indonesia ya Paaak

Durasi seharusnya adalah 40 menit, dari Incheon station ke Juan station. Tapi, gara-gara aku nyasar, jadilah 1 jam baru sampai. I love to get lost.

Menuju ke Airbnb dengan tenang

Baru juga sebentar ngobrol sama Ahjussi, nggak lama host Airbnb jemput di pertigaan lampu merah jalan raya, nggak lama setelah 3 menit sejak aku bilang nyasar. Merupakan sebuah perbincangan yang seru di hari pertama ku yang panjang, kamsahabnida Ahjussi! Wakakakaka

Kami langsung bergegas ke dalam flat dan ngobrol pakai bahasa Inggris. Dia punya aksen Inggris yang oke! Cookies, pacarnya dan anjing-nya Maru tinggal di apartemen itu. Pertama kali aku sampai, langsung disambut sama anjing-nya. di-gugukin gitu, takut dijilat deeeh. Tapi ternyata dia lagi nyiumin bau aku, biar kenal (katanyaaa)

Termantap, panjang bener belum ada sehari! Hahaha. Aku pikir berjalan di malam hari dan nyasar di negara orang bakal serem. Ternyata hanya karena nggak ada matahari dan gelap bukan berarti hal buruk bisa terjadi.

Sekilas mengenai penginapanku:

di penginapannya ada heater atau pemanas, tempatnya rapih banget dan aesthetic. Recommended guys! Cek di sini kalau kamu mau dapetin free $33 buat nginep lewat AirBNB

Aku ngobrol sama Cookies hanya sebentar, karena dia sedang belajar saat itu. Maklum mahasiswi jurusan kedokteran. Host-nya sungguh ramah! Sayang, kami nggak sempat foto bersama.
Sampainya di kamar, aku tepar dan langsung tidur meskipun cuacanya dingin, yang terpenting nggak kedinginan. Ngak lupa minum Tolak Angin dan pakai minyak kayu putih

Link Penginapan: abnb.me/6c99yAZQHZ
Harga penginapan per malam: ₩35943/Rp449.287 (kurs 12.50)

Baca juga: Masih kuliah ke Korea, kok bisa?

You Might Also Like

Leave a Reply